Metode Rektifikasi (Image to Map)

Rektifikasi adalah suatu proses melakukan transformasi data dari satu sistem grid menggunakan suatu transformasi geometrik. Oleh karena posisi piksel pada citra output tidak sama dengan posisi piksel input (aslinya) maka piksel-piksel yang digunakan untuk mengisi citra yang baru harus di-resampling kembali. Resampling adalah suatu proses melakukan ekstrapolasi nilai data untuk piksel-piksel pada sistem grid yang baru dari nilai piksel citra aslinya. Rektifikasi juga dapat diartikan sebagai pemberian koordinat pada citra berdasarkan koordinat yang ada pada suatu peta yang mencakup area yang sama. Bisa dilakukan dengan input GCP atau rectification  image to map dan diperlukan peta (dengan sistem koordinat tertentu) atau kumpulan GCP untuk objek yang sudah diketahui pada citra.

Ada beberapa alasan atau pertimbangan, kenapa perlu melakukan rektifikasi, diantaranya adalah untuk:

  1. Membandingkan 2 citra atau lebih untuk lokasi tertentu
  2. Membangun SIG dan melakukan pemodelan spasial
  3. Meletakkan lokasi-lokasi pengambilan “training area” sebelum melakukan klasifikasi
  4. Membuat peta dengan skala yang teliti
  5. Melakukan overlay (tumpang susun) citra dengan data-data spasial lainnya
  6. Membandingkan citra dengan data spasial lainnya yang mempunyai skala yang berbeda.
  7. Membuat mozaik citra
  8. Melakukan analisis yang memerlukan lokasi geografis dengan presisi yang tepat

Lalu apa bedanya Georeferensi dan rektifikasi?

Terdapat sedikit perbedaan antara georeferensi dan rektifikasi. Georeferensi adalah proses penyamaan sistem koordinat dari peta ke citra, dari cita ke citra maupun dari peta ke peta, sedangkan rektifikasi adalah proses transformasi dari suatu sistem grid kedalam grid yang lain menggunakan persamaan polinomial tertentu. Jadi proses rektifikasi citra dengan peta akan meliputi proses georeferensi, karena sistem proyeksi berkaitan juga dengan sistem koodinat. Georeferensi dari citra ke citra tidak terektifikasi kalau citranya sama-sama belum di rektifikasi, dan sebaliknya bila salah satu citra sudah direktifikasi maka georeferensi citra ke citra sama dengan rektifikasi (AR).

#RegisterInfo

#SharingIsCaring

-Be Spatial To Be Special-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *