VISITASI PGSP ( Parangtritis Geomaritime Science Park )

VISITASI PGSP ( Parangtritis Geomaritime Science Park )

PRESS RELEASE – VISITASI PGSP

Hai Spatialers,
Telah dilaksanakan kunjungan instansi dari UKMF REGISTER ke Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP). Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 27 Agustus 2018. PGSP merupakan pusat studi kepesisiran dan kemaritiman berbasis informasi geospasial yang dikemas dalam bentuk Science Park. PGSP ini merupakan anak instansi dari Badan Informasi Geospasial (BIG) .Ada berbagai koleksi mengenai khazanah maritim Indonesia, teknologi pemetaan, hingga proses pembentukan gumuk pasir yang dapat dilihat dan dipelajari disini. Terdapat berbagai wahana dengan teknologi terkini seperti Video Mapping, Hololight, dan Simulator Drone.

Semoga kunjungan kali ini dapat memberikan manfaat yang berguna untuk meningkatkan kualitas diri kedepannya.

#ParangtritisGeomaritimeSciencePark
#VISITASIINSTANSI
#REGISTER2018
#BESPATIALTOBESPECIAL

REGISTER INFO (SENTINEL-3 SATELLITES)

REGISTER INFO (SENTINEL-3 SATELLITES)

[REGISTER INFO – SENTINEL 3]

Hai,Spatialers !
Penerapan Penginderaan Jauh (PJ) dalam dunia oseanografi dan kelautan telah digunakan untuk melakukan pengamatan dalam cakupan wilayah yang luas, penggunaan data satelit sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini. Salah satu satelit yang dapat digunakan untuk mengukur parameter oseanografi adalah Satelit SENTINEL 3. Kabar baik datang dari satelit SENTINEL 3 ini dimana merupakan satelit khusus yang digunakan untuk melakukan pengukuran parameter di laut. Untuk selengkapnya, yuk kita simak informasi berikut ini !

Satelit Sentinel 3 merupakan bagian dari proyek COPERNICUS yang dikelola oleh European Comission bekerjasama dengan European Space Agency (ESA), dan EUMETSAT. Satelit Sentinel 3 dirancang untuk keperluan pengukuran laut, akan tetapi satelit ini juga dapat diaplikasikan untuk keperluan daratan dan atmosfer.

Diluncurkannya Satelit Sentinel 3 untuk melakukan pengukuran topografi permukaan laut, suhu permukaan laut dan daratan, ocean and land-surface colour dengan akurasi yang tinggi yang kemudian digunakan untuk pemodelan prediksi oseanografi, monitoring lingkungan dan perubahan iklim.

Citra hasil perekaman terbagi menjadi 4 berdasarkan sensor utamanya antara lain :
1. Ocean and Land Colour Instrument (OLCI)
bekerja pada Panjang gelombang 400 – 1020 nm dengan resolusi 300m
2. Sea and Land Surface Temperature Radiometer (SLSTR)
bekerja pada :
– Panjang gelombang 0.555 – 2.25 nm dengan resolusi spasial 500m
– Panjang gelombang 3.74 – 10.85nm dengan resolusi spasial 100m
3. Synthetic Aperture Radar (SAR) Altimeter (SRAL)
4. Microwave Radiometer (MWR).
Satelit SENTINEL-3A diluncurkan pada tanggal 16 Februari 2016, lalu menyusul SENTINEL-3B yang diluncurkan pada 25 April 2018. Data citra tersedia gratis dan dapat diunduh melalui website https://coda.eumetsat.int/#/home yang tersedia dalam 3 level.

Sumber :
EUMETSAT.2017. SENTINEL 3 Marine Copernicus Data Access : User Manual. Retrieved from https://coda.eumetsat.int/manual/CODA-user-manual.pdf
https://earth.esa.int/web/guest/missions/esa-eo-missions/sentinel-3
https://sentinels.copernicus.eu/web/sentinel/missions/sentinel-3/mission-objectives

Sumber gambar :
http://copernicus.eu/main/sentinels
https://en.wikipedia.org/wiki/Sentinel-3B
https://sentinel.esa.int/web/sentinel/missions/sentinel-3/overview

#REGISTERINFO
#Vol6Thn2018
#SENTINEL3
#REGISTERUNDIP
#REGISTER2018
#BESPATIALTOBESPECIAL

 

REGISTER INFO (SISTEM PROYEKSI PETA)

REGISTER INFO (SISTEM PROYEKSI PETA)

[[ REGISTER INFO ]]

SISTEM PROYEKSI PETA

Bumi memiliki bentuk berupa ruang 3D melengkung yang menyerupai elip atau disebut dengan ellipsoid. Untuk merepresentasikan bentuk bumi ke dalam suatu bidang datar atau 2D perlu dilakukan transformasi. Transformasi inilah yang disebut dengan proyeksi. Proyeksi pada peta didefinisikan sebagai fungsi matematika pada permukaan bumi dan proyeksi lokasi pada peta. Pengkonversian dilakukan dari sistem referensi geografis (spherical) menjadi sistem planar (cartesian). Contoh pengkonversian ini adalah garis lintang (latitude) menjadi nilai X dan garis bujur (longitude) menjadi nilai y.

Ada beberapa contoh kasus untuk pemilihan sistem proyeksi, seperti:
1. Bentang barat timur dipetakan menggunakan proyeksi kerucut, normal, konform, dan menyinggung titik tengah, yang mana sistem ini dikenal dengan Proyeksi Lambert
2. Pemetaan untuk searah utara selatan, dipetakan menggunakan proyeksi silinder, transversal, konform, dan menyinggung meridian yang berada tepat di tengah wilayah pemetaan tersebut, yang mana sistem ini dikenal dengan Proyeksi Transcer Mercator atau Universal Transfer Konform
3. Pemetaan untuk sekitar kutub, menggunakan proyeksi azimuthal (bidang datar), normal, konform yang dikenal dengan Proyeksi Stereografis.

Salah satu sistem proyeksi yang sering digunakan adalah Sistem Proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM). Proyeksi UTM dibuat oleh US Army sekitar tahun 1940. Proyeksi ini merupakan proyeksi transverse mercator yang memotong bola bumi pada dua buah meridian (garis bujur). Posisi horizontal 2D (x,y). Membagi permukaan bum menjadi 60 bagian yang mana disebut dengan zone UTM. Satuan ukuran yang digunakan adalah meter. UTM cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia.
Proyeksi yang berbeda, menangani data dengan parameter input yang berbeda serta membuat data dengan parameter yang berbeda pula.

Sumber:
1. http://ariv.lecturer.pens.ac.id/
2. http://lbprastdp.staff.ipb.ac.id/
3. sisdl.lecture.ub.ac.id

#SISTEMPROYEKSIPETA
#REGISTERINFOVOL5
#REGISTER2018
#REGISTERUNDIP
#BESPATIALTOBESPECIAL

 

REGISTER INFO (TEKNOLOGI LIDAR)

REGISTER INFO (TEKNOLOGI LIDAR)

[ REGISTER INFO ]

Halo Sptialers! Yuk kita simak info menarik berikut ini😀

LiDAR merupakan sistem penginderaan jauh aktif menggunakan sinar laser yang dapat menghasilkan informasi mengenai karakteristik topografi permukaan tanah dalam posisi horizontal dan vertikal.

Teknologi LiDAR (Laser Detection and Ranging) memiliki kegunaan dalam bidang geomatika, arkeologi, geografi, geologi, geomorfologi, seismologi, fisik atmosfer, dan lain-lain. Sebutan lain untuk LIDAR adalah ALSM (Airborne Laser Swath Mapping) dan altimetri laser.

Sensor LiDAR memiliki fungsi sebagai pemancar sinar laser ke objek dan merekam kembali gelombang pantulannya setelah mengenai target. Jenis gelombang yang dipancarkan oleh sensor laser ialah gelombang hijau dan gelombang Near Infrared (NIR). Gelombang NIR memiliki panjang gelombang +- 1500 nm yang berfungsi untuk mengukur suatu daratan topografi di permukaan bumi bukan untuk perairan.

Karena air akan menyerap gelombang NR sehingga pantulan yang diterima sensor akan sangat sedikit bahkan tidak ada sama sekali. Sedangkan gelombang hijau memiliki panjang gelombang antara 500-550 nm berperan sebagai gelombang penetrasi jika suatu sinar laser mengenai daerah perairan. Biasanya gelombang hijau digunakan untuk hydrography LiDAR yaitu untuk pengukuran batimetri atau kedalaman laut yang relatif dangkal (Alif, 2010).

Sumber
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/455/jbptitbpp-gdl-priskekand-22731-3-2012ta-2.pdf

#REGISTERINFO
#TEKNOLOGILIDAR
#Vol4Thn2018
#REGISTERUNDIP
#REGISTER2018
#BESPATIALTOBESPECIAL

COMINGSOON ReGISFest

COMINGSOON ReGISFest

Hallo spatialers 🌍

REGISTER (Remote Sensing and Geographic Information System Technology Research) Proudly Present:

📡ReGISFest (Remote Sensing and Geographic Information System Festival)📡

Coming Soon at November 2018 📆

For further information please contact:
🔰Line@: http://line.me/ti/p/%40vcp4240g
🔰Instagram: https://www.instagram.com/regisfest
🔰Email: regisfest2018@gmail.com
🔰Website: www.registerundip.org/regisfest

#ReGISFest2018
#REGISTERUNDIP
#BESPATIALTOBESPECIAL