[REGISTER INFO Vol 1 – 2019] Vol 1 Tahun 2019
Penelitian-penelitian makin gencar dilakukan di berbagai materi dan wilayah. Tidak mustahil bahwa penelitian dilakukan di tengah samudra yang luas. Oleh karena itu, dibutuhkan dana yang tidak sedikit apabila langsung menuju tempat penelitian di tengah samudra. Untuk itu, Remote Sensing dan GIS dapat digunakan untuk meminimalkan dana penelitian yang dikeluarkan . Yuk Spatialers simak info menarik berikut ini!

Pemanfaatan data Remote Sensing dan GIS telah banyak dilakukan dalam kaitannya dengan wilayah pesisir dan lautan khususnya sektor perikanan dan pengelolaan wilayah pesisir dan lautan, seperti: aplikasi penginderaan jauh untuk memberikan informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI), kesesuaian lahan perairan untuk usaha budidaya laut dan pariwisata bahari, identifikasi potensi wilayah pesisir (seperti hutan bakau, terumbu karang, padang lamun dan pasir), zonasi kawasan konservasi laut, analisa potensi ekonomi wilayah pesisir pulau-pulau kecil, pengamatan perubahan garis pantai, analisa pencemaran lingkungan perairan dan lain sebagainya.
Software umum yang digunakan dalam REMOTE SENSING : Er-Mapper, ERDAS, ENVI dan sebagainya.

Contoh Software digunakan dalam GIS : ArcMap, QGIS, SAGA GIS, GRASS GIS, dan sebagainya.
Tahapan dalam menjalankan sistem GIS :
1. Masukan input,
Masukan akan membentuk database di dalam komputer yang digunakan untuk pengolahan selanjutnya. Ada dua macam data yang dimasukan yaitu :
a. Data atribut adalah data yang terdapat pada ruang atau tempat.
b. Data keruangan adalah data yang menunujukan ruang lokasi atau tempat-tempat di permukaan bumi,
2. Proses SIG
Meliputi memanggil, memanipulasi, dan menganalisis data yang telah tersimpan dalam komputer.
3. Keluaran
Penyajian semua atau sebagian data dalam bentuk table, peta file elektronik, atau grafik.

#REGISTERINFO
#REGISTERINFOVol1Tahun2019
#REGISTER2019
#BESPATIALTOBESPECIAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *