ABSTRAK 

Firman Ramadhan. 260 202 161 400 68. Kajian Perbedaan Kedalaman dan  Ketebalan Lapisan Termoklin pada Variabilitas ENSO, IOD dan Monsun di  Perairan Selatan Jawa (Kunarso dan Anindya Wirasatriya) 

Perairan Selatan Jawa dipengaruhi oleh beberapa fenomena, yaitu sistem  monsun, El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD),  fenomena tersebut mempengaruhi nilai temperatur. Termoklin adalah lapisan yang  memiliki gradien temperatur vertikal yang signifikan di kedalaman tertentu,  sehingga erat kaitannya dengan nilai temperatur. Penelitian ini dilakukan untuk  mengetahui perbedaan kedalaman dan ketebalan lapisan termoklin di wilayah  pesisir dan laut lepas pada variabilitas ENSO, IOD dan monsun di perairan Selatan  Jawa. Penelitian ini menggunakan data temperatur vertikal harian dari argo float (2016 – 2019) untuk mengetahui distribusi temperatur vertikal. Hasil menunjukkan  bahwa batas atas dan batas bawah termoklin terdalam di pesisir terjadi saat IOD(-), yaitu tahun 2016 sebesar 60,17m, 154,58m dan tahun 2017 sebesar 62,08m,  154,17m, sedangkan saat IOD(+) batas atas dan batas bawah termoklin lebih  dangkal, yaitu tahun 2018 sebesar 42,92m, 136,71m dan tahun 2019 sebesar  39,25m, 129,63m. Hasil untuk laut lepas menunjukkan batas atas dan batas bawah  termoklin terdangkal di laut lepas terjadi saat IOD(-), yaitu tahun 2016 sebesar 58,92m, 156,25m dan tahun 2017 sebesar 60m, 152,92m, sedangkan saat IOD (+) 

batas atas dan batas bawah bertambah, yaitu tahun 2018 sebesar 67,08m, 175,42m dan tahun 2019 sebesar 59m, 172,92m. Hal ini karena IOD(-) di tahun 2016  memiliki nilai indeks DMI sebesar -1 dan di tahun 2019 terjadi IOD(+) dengan nilai  indek DMI sebesar 2. Kejadian IOD(-) membuat slope muka air laut di Samudera  Hindia bagian Timur menjadi lebih tinggi, sehingga tinggi nya slope muka air laut  membuat batas atas dan batas bawah lapisan termoklin menjadi lebih dalam di  pesisir Selatan Jawa, sedangkan di laut lepas Selatan Jawa mengangkat batas bawah  termoklin menuju kedalaman yang lebih dangkal sehingga mengurangi ketebalan  termoklin, begitu juga sebaliknya pada saat fenomena IOD (+). 

Kata Kunci : Lapisan termoklin, ENSO, IOD, monsun, perairan Selatan Jawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *